Jumat, 25 November 2011

Intervensi dapat diartikan sebagai tindakan suatu Negara untuk mencampuri urusan-urusan Negara lain. Jika dikaitkan dengan kewajiban korelatif Negara, maka setiap Negara berkewajiban untuk tidak mencampuri urusan Negara lain.

Bentuk-bentuk Intervensi
Ada bermacam-maam bentuk intervensi, yaitu :
a. Intervensi Internal
Intervensi Internal aalah campur tangan Negara luar terhadap sengketa yang terjadi di dalam negeri suatu Negara. Misalnya di Negara A terjadi sengketa dalam negeri, antara pemerintah yang sah dengan pemberontak, kemudian Negara B masuk dalam rangka campur tangan atas sengketa tersebut.
b. Intervensi Eksternal
Intervensi Eksternal adalah campur tangan suatu Negara terhadap ssengketa yang terjadi antara Negara satu dengan Negara lainnya. Misalnya antara Negara A dengan Negara B terjadi peperangan, kemudian Negara C masuk ke dalam kancah peperangan itu, dan memihak salah satu pihak, misalnya pada perang dunia II antara Jerman melawan Inggris, Italia terjun ke dalam perang tersebut dan memihak Jerman.
c. Intervensi Punitif
Intervensi Punitif adalah campur tangan suatu Negara dalam bentuk tindakan membalas tanpa berperang akiba kerugian yang ditimbulkan Negara lain, misalnya blokade damai yang dilakukan terhadap Negara tersebut sebagai balasan atas tindakan yang terang-terangan melanggar perjanjian.
d. Intervensi Subversif
Ini merupakan campur tangan yang mengacu kepada propaganda atau kegiatan lainnya yang dilakukan oleh sebuah Negara dengan tujuan untuk mendorong terjadinya revolusi atau perang saudara di Negara lain. Intervensi jenis ini dilarang oleh hukum internasional. Sebagai contoh dapat dikemukakan apa yang dilakukan oleh RRC terhadap Indonesia pada tahun 1965 dengan meletusnya Pemberontakan G.30.S/PKI.
Bagikan :
Rating :5/ 5
Di Tulis Oleh :